Menguatkan Negeri, Merawat Tradisi: Potret Khidmat dan Megahnya HSN 2026 di Ponpes Ar-Rohman Tegalrejo

Gambar 1. aksi memukau dari tim (Paskibra) pengasuhan santri putra 

Magetan, Ar-Rohman Media - Pagi yang teduh menyelimuti halaman SMK Ar-Rohman Tegalrejo pada Kamis (22/10/2026). Tepat pukul 07.30 WIB, ratusan derap langkah santri melangkah penuh ketakziman, menyatu dalam riak keheningan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Momen bersahaja ini menjadi panggung peradaban dan penegas ikrar bakti santri pada negeri.

Gambar 2. Para santri berbaris dengan rapi dan khidmat

Sinergi indah terajut erat saat seluruh santri Pondok Pesantren Ar-Rohman melangkah berdampingan bersama tunas-tunas muda dari MIN 9 Magetan dan RA Muslimat PSM Tegalrejo. Khidmatnya prosesi kian bergetar ketika tim Paskibra pengasuhan putra menunaikan tugasnya. Ketegasan gerak dan kerapian melangkah saat mengibarkan Sang Saka Merah Putih sukses menghipnotis dan memukau pandangan ratusan pasang mata.
Gambar 3. Pengasuh Ponpes Ar-Rohman Tegalrejo bertindak sebagai pembina upacara 

Pengasuh Ponpes Ar-Rohman Tegalrejo K.H. Muhammad Ridlo Rifa'i, menekankan pentingnya meneladani rekam jejak perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Santri memiliki andil besar dan sejarah panjang dalam merebut serta memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. “Jiwa-jiwa santri tidak ingin dijajah dan terus berkobar demi membela tanah air. Semangat itu bersumber dari tekad mulia untuk beribadah kepada Allah SWT secara merdeka sekaligus memperjuangkan agama-Nya," tegas beliau dalam amanatnya.

Gambar 4. Penampilan tari jatil dan reog dari MIN 9 Magetan

Peringatan HSN kali ini menyuguhkan deretan kejutan seni yang memikat hati. Keindahan gerak Tari Jatil dan Atraksi Reog persembahan siswa-siswi MIN 9 Magetan menyihir decak kagum para hadirin. Tak kalah memesona, keanggunan Tari Nusantara yang dibawakan oleh santriwati merajut keindahan keberagaman Indonesia dalam gerak yang gemulai. Berbagai persembahan kreasi santri turut memperkaya warna perayaan, menegaskan bahwa santri tak hanya teguh beragama, tetapi juga kaya akan karya.

Perayaan yang telah menjadi tradisi sejak penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini kian sempurna dengan hadirnya para pimpinan lembaga—mulai dari RA Muslimat PSM Tegalrejo, MIN 9 Magetan, MTs, SMK hingga pengasuhan santri Ponpes Ar-Rohman Tegalrejo. Di antara barisan, tampak pula para tamu undangan, simpatisan, serta seluruh ustadz dan ustadzah yang melebur tanpa sekat. Kehangatan silaturahmi dan kebahagiaan yang membuncah menjadi bukti nyata bahwa semangat santri akan terus menjadi pilar kokoh dalam mengawal bangsa menuju masa depan Indonesia emas.

 


: