RAGAM PRODUK TEJO TAWARKAN KEBAIKAN GANDA





Tanpa kita sadari, dengan anda membeli ragam produk pondok pesantren “Tejo” maka ada dua kebaikan yang kita dapat. Selain manfaat kesehatan yang diperoleh. Juga melatih kita untuk turut serta beramal menambah income ponpes dan warga sekitar. Sungguh menarik, bukan?

 


Pondok pesantren Ar-Rohman Tegalrejo Magetan Jawa Timur tengah asik mengembangkan jiwa entrepreneur para santri. Beragam produk lokal dicipta. Tentunya diimbangi dengan strategi yang menarik pula. Berawal dari munculnya ragam keresahan yang dirasakan para santri dan masyarakat sekitar pesantren. Dimana, setiap kali mereka sakit terpaksa mengkonsumsi obat-obatan kimia yang pastinya memiliki efek samping jika dikonsumsi berlebihan dan kerkelanjutan. Hal inilah salah satu yang menjadi alasan segenap Ustadz dan tenaga pendidik untuk berinovasi mencetuskan sebuah ide kreatif. MTs dan SMK Ar-Rohman merupakan lembaga pendidikan formal yang saat ini tengah mengembangkan management pendidikan terbaik untut para santri.

 


Segenap Ustadz dan tenaga pendidik berkolaborasi untuk merealisasikan ide kreatif dengan menghadirkan ragam produk Tejo. Para santri  juga dilibatkan secara aktif dalam kegiatan ini. Ragam tahapan dilalui, mulai dari proses pendaftaran merk Tejo, hingga proses pembuatan sertifikat halal. Berkat komitmen yang tinggi semua tahapan tersebut bisa dilalui.

 
  

 Black garlic, menjadi produk unggulan yang sukses mencuri hati para konsumen selama ini. Tentunya, berkat khasiat yang terkandung dari produk ini. Selain itu, ada pula madu bawang hitam, dan madu bawang lanang. Inilah produk unggulan yang tengah dipasarkan saat ini. Produk ini telah dipercaya banyak manfaatnya.

 



Hadirnya ragam produk Tejo ini ternyata mampu menambah income ponpes. Tidak hanya itu, dampak positif juga dirasa oleh warga sekitar. Keterampilan mereka juga terasah dengan membantu proses produksi. Karena banjirnya pesanan, pastinya juga memerlukan bantuan dari para warga sekitar untuk turut serta membantu kelancaran kegiatan produksi.

 
 


0 Komentar